Bersama TNI AD, KH. Moh. Hannan Hadi Perjuangkan Jembatan dan Akses Jalan Layak bagi Warga Kampung di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

SUMENEP – Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui upaya menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kehidupan warga. Hal inilah yang ditunjukkan oleh KH. Moh. Hannan Hadi, Pengasuh Pondok Pesantren As-Sa’diyah, yang bersama masyarakat memperjuangkan pembangunan jembatan penghubung serta akses jalan yang layak di salah satu kampung di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Selama bertahun-tahun, masyarakat di kampung tersebut menghadapi keterbatasan akses transportasi. Jembatan yang menjadi penghubung utama antarkawasan hanya terbuat dari anyaman bambu sehingga hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Di sisi lain, akses jalan menuju kampung juga memiliki lebar sekitar satu meter, sehingga kendaraan hanya dapat melintas secara bergantian dan kendaraan roda empat tidak dapat memasuki kawasan tersebut.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan sosial lainnya sering kali terkendala oleh terbatasnya infrastruktur yang tersedia.

Melihat kondisi tersebut, KH. Moh. Hannan Hadi tergerak untuk memperjuangkan perubahan. Bersama masyarakat, beliau membangun semangat gotong royong sekaligus mengupayakan agar pembangunan jembatan dan peningkatan akses jalan dapat menjadi perhatian berbagai pihak. Perjuangan tersebut dilakukan dengan penuh kesabaran dan komitmen demi memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Alhamdulillah, perjuangan tersebut mendapat dukungan dari TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang turut mengupayakan pembangunan jembatan penghubung sebagai bagian dari upaya membantu meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Sinergi antara TNI AD dan masyarakat menjadi wujud nyata kolaborasi dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Pembangunan jembatan yang lebih kokoh diharapkan mampu menggantikan jembatan anyaman bambu yang selama ini digunakan masyarakat. Selain itu, peningkatan akses jalan juga diharapkan memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas dengan lebih aman dan nyaman, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Bagi masyarakat sekitar, KH. Moh. Hannan Hadi dikenal sebagai sosok kiai yang tidak hanya mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan Islam melalui Pondok Pesantren As-Sa’diyah, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. Beliau senantiasa hadir di tengah-tengah warga, membangun kebersamaan, serta mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Perjuangan ini menjadi bukti bahwa pembangunan dapat terwujud melalui kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan aparat negara. Semangat gotong royong yang terjalin bersama TNI AD diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses infrastruktur.

Pembangunan jembatan dan akses jalan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *